Jumat, 01 Maret 2019

Membuat Efek Jalur Buntu di OpenBVE

Di beberapa rute openBVE, di akhir rute terdapat jalur yang dibuat buntu, seperti misalnya rute Purwosari-Wonogiri. Tetapi dalam rute tersebut belum ada efek yang membuat KA yang menabrak jalur buntu tersebut dapat anjlok. Karena itu, kali ini, akan dibahas bagaimana cara membuat efek jalur buntu di akhir rute openBVE. Caranya sangat mudah, tinggal ikuti langkah berikut:

1. Buka file rute, lalu temukan posisi yang akan diberi efek jalur buntu
Posisi yang akan diberi efek jalur buntu
Buka file rute dengan notepad dan route viewer. Pada lokasi tersebut, tuliskan perintah .buffer pada lokasi tersebut di file rute yang anda buka

2. Cek hasilnya dengan openBVE
Keadaan setelah diberi perintah .buffer, ketika ada KA yang lewat akan anjlok
Setelah diberi perintah .buffer, anda bisa langsung mencobanya di openBVE. Apabila berhasil, maka KA yang dijalankan akan langsung terhenti dan terguling ketika menabrak posisi dimana anda meletakkan badug tersebut.
Selamat Mencoba!

Jumat, 01 Februari 2019

Memasukkan Kabin Masinis 3D di OpenBVE

Umumnya rangkaian kereta api di openBVE menggunakan kabin atau panel sederhana yang hanya menggunakan foto kabin kereta api. Akan tetapi, di openBVE sebetulnya bisa juga menggunakan kabin 3D, yang mana dengan kabin tiga dimensi tersebut anda dapat merasakan simulasi yang lebih nyata karena bisa merasakan seperti didalam kabin betulan. Untuk menggunakan kabin 3D di openBVE, ikuti langkah-langkah berikut:

Menyiapkan objek interior kabin
Yang pertama, anda perlu menyiapkan objek interior kabin. Objek yang digunakan umumnya berformat .animated, karena didalamnya ada komponen yang bergerak ketika menambah throttle, mengunakan rem, maupun aksi lainnya. Contoh objek yang digunakan seperti misalnya dalam contoh berikut:

Contoh objek kabin 3D, dalam format .animated

Memodifikasi file panel
Silakan buka folder kereta api tersebut, disitu anda akan menemukan file panel.cfg. Yang perlu anda lakukan pertama kali yaitu menghapus file panel.cfg, kemudian membuat file animated dengan nama panel.animated. Setelah itu, buka file panel.animated tersebut, dan masukkan perintah [Include], dan dibawahnya masukkan alamat objek kabin yang anda inginkan.
Contoh perintah yang dimasukkan dalam file panel.animated, perintah position dibawahnya berfungsi untuk menyesuaikan posisi objek
Setelah itu, anda dapat mencobanya di openBVE. Selamat Mencoba!

Selasa, 01 Januari 2019

Mengatur Pemberhentian Kereta Api Lain di OpenBVE

Didalam menggunakan rute openBVE, ada rute tertentu yang cocok untuk diberi kereta api lain didepan kereta api yang dijalankan. Normalnya, kereta api lain tersebut akan berjalan dan berhenti sesuai dengan stasiun pemberhentian yang sama dengan kereta api yang dijalankan. Akan tetapi, kereta api yang lain tersebut dapat juga diberi pemberhentian yang berbeda dengan kereta api yang dijalankan. Berikut ini langkah-langkahnya.

Membuka File Rute yang Akan Diedit
Yang pertama, file rute yang akan diedit perlu dibuka dengan menggunakan Notepad dan juga Route Viewer. Kemudian, tentukan dimana saja stasiun yang akan diedit. Sebagai contoh, KA Taksaka Pagi dari Haurgeulis Cirebon berjalan langsung di Stasiun Arjawinangun, dan berhenti di Cirebon. Sedangkan KA Tegal Ekspres yang berjalan didepannya berhenti di Stasiun Arjawinangun dan berjalan langsung di Stasiun Cirebon. Maka, yang perlu dilakukan adalah mengedit perintah di Stasiun Arjawinangun dan Stasiun Cirebon.

Menentukan Perintah Stasiun yang Akan Diedit
Pada stasiun yang ada didalam rute openBVE, akan ada perintah .Sta yang akan menentukan keadaan stasiun tersebut.
Contoh perintah di stasiun sebelum diedit
Pada rute yang diedit, tampak pada perintah Stasiun Arjawinangun terdapat huruf 'p', yang artinya bahwa kereta api yang dijalankan berjalan langsung di stasiun tersebut. Sedangkan pada perintah Stasiun Cirebon, terdapat jadwal kedatangan kereta api.
Kondisi stasiun sebelum diedit pada Route Viewer. Tampak pada Stasiun Arjawinangun tertulis "pass" dan pada Stasiun Cirebon tertulis "stop".
Mengedit Perintah .Sta
Pada perintah .Sta, ada satu bagian yang perlu diedit untuk mengubah pemberhentian kereta api, yang menentukan kereta api mana yang berhenti di stasiun tersebut. Perintah tersebut tertulis pada kolom setelah nama stasiun. Sebagai contoh, pada Stasiun Arjawinangun, setelah kolom nama stasiun, terdapat huruf 'p' yang menjadikan semua kereta api yang lewat berjalan langsung. Sedangkan pada Stasiun Cirebon, disamping kolom nama stasiun, terdapat jadwal kedatangan, yang mana semua kereta api yang ada akan berhenti di stasiun tersebut.
Untuk mengatur kereta api yang berhenti di stasiun tersebut, ada beberapa pilihan yang bisa dipilih untuk mengisi kolom tersebut, yaitu:
p : Semua KA berjalan langsung
b : KA yang dijalankan berjalan langsung, KA lain berhenti
s:[jadwal] : KA yang dijalankan berhenti sesuai jadwal, KA lain berjalan langsung
[jadwal] : Semua KA berhenti
Maka dari itu, pada Stasiun Arjawinangun, karena KA Taksaka berjalan langsung, sedangkan KA Tegal Ekspres yang ada didepannya berhenti, maka ditulis huruf 'b' dan tidak lupa ditulis lama waktu berhentinya di kolom ketujuh setelah kolom tersebut. Sedangkan di Stasiun Cirebon, didepan jadwal kedatangan ditulis 'S:', karena KA Taksaka berhenti, sedangkan KA Tegal Ekspres berjalan langsung. Untuk lebih jelasnya, lihat gambar berikut.
Pada perintah Stasiun Arjawinangun, tertulis huruf 'b' yang menunjukkan bahwa kereta api yang dijalankan berjalan langsung, sedangkan kereta api yang lain berhenti. Angka 120 menunjukkan bahwa durasi KA berhenti di Arjawinangun selama 2 menit. Di perintah Stasiun Cirebon, didepan jadwal kedatangan dituliskan 'S:', yang menunjukkan bahwa kereta api yang dijalankan berhenti sesuai jadwal, sedangkan kereta api yang lain berjalan langsung
Setelah diedit, hasilnya dapat dilihat pada Route Viewer
Pada Stasiun Arjawinangun, tertulis "Player passes - others stop", yang maksudnya hanya KA yang dijalankan yang berjalan langsung. Sedangkan pada Stasiun Cirebon, tertulis "Player stops - others pass", yang menunjukkan bahwa KA yang berhenti adalah KA yang dijalankan saja.
Hasil editan tersebut akan sesuai dengan keadaan dimana KA Taksaka berjalan langsung di Arjawinangun, sedangkan KA Tegal Ekspres berhenti. Sedangkan di Stasiun Cirebon, KA Taksaka berhenti dan KA Tegal Ekspres berjalan langsung.

Selamat Mencoba!

Sabtu, 01 Desember 2018

Membuat Pintu Kereta Bisa Membuka di OpenBVE

Tentu saja apabila pintu kereta di OpenBVE bisa membuka saat berhenti di stasiun, akan membuat simulasi menjadi semakin mirip dengan kenyataan. Untuk membuat pintu yang dapat membuka sendiri, caranya ada berbagai macam, tergantung pada jenis pintu dan juga jenis kereta. Pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan bagaimana cara membuat pintu yang bisa membuka sendiri dengan model pintu biasa (dengan engsel). Berikut ini langkah-langkahnya:

Menyiapkan objek kereta tanpa pintu dan objek pintu
Yang pertama harus disiapkan adalah dua jenis objek ini. Objek kereta tanpa pintu dapat dibuat dengan menghilangkan pintu yang sudah ada pada suatu objek dengan cara mengedit file teksturnya. Untuk itu, dengan software Paint pun dapat dilakukan. Sedangkan untuk menyiapkan objek pintu, mungkin anda perlu membuatnya sendiri. Untuk membuat objek pintu, anda dapat mempelajari dasar-dasarnya di sini
Objek kereta tanpa pintu
Objek pintu, sumbu y harus melekat pada objek sebagai engsel pintu
Menggabungkan objek kereta dan pintu
Untuk menggabungkan kedua jenis objek ini, caranya yakni dengan menggunakan file .animated. Caranya, yaitu dengan menuliskan perintah berikut ini didalam file .animated yang anda gunakan.

[Object]
States = <file>
Position = <x>,<y>,<z>

Contoh:
[Object]
States = pintu.b3d
Position = -1.4,1,-10.59

Pada pintu tertentu yang lokasi engselnya berlawanan, maka pintu tersebut harus diputar 180 derajat. Untuk melakukannya, caranya yakni dengan menuliskan perintah RotateYFunction dengan besar sudut sebesar π radian, atau sekitar 3,1416. Contohnya seperti berikut ini:

[Object]
States = pintu.b3d
Position = -1.4,1,12.59
Rotateyfunction = 3.1416

Objek kereta yang sudah digabungkan dengan pintu. Dalam kotak biru, tampak perintah yang digunakan untuk memasukkan objek pintu. Kotak merah menunjukkan perintah untuk objek pintu yang harus diputar 180 derajat.
Menambahkan perintah untuk memutar pintu
Untuk membuat pintu kereta dapat berputar ketika berhenti di stasiun, digunakan dua perintah yang dimasukkan kedalam file .animated. Berikut ini dua perintah yang digunakan untuk memutar pintu kereta.

RotateXDirection = 0, <-1 atau 1> , 0
RotateXFunction = <leftdoors atau rightdoors>*<sudut>

Contoh:
RotateXDirection = 0, 1, 0
RotateXFunction = rightdoors * 1.6

Angka 1 atau -1 yang dimasukkan pada perintah RotateXDirection menentukan arah putar pintu. Angka 1 menunjukkan arah putar pintu searah jarum jam, sedangkan arah -1 sebaliknya. Pada perintah RotateXFunction,  sudut yang dimasukkan adalah dalam satuan radian, bukan dalam derajat. Untuk membuat pintu kanan dan kiri terbuka sesuai posisi peron, anda perlu memasukkan rightdoors pada pintu kanan dan leftdoors pada pintu kiri.
Kotak merah menunjukkan penggunaan leftdoors dan rightdoors pada pintu kanan dan kiri. Sedangkan kotak biru menunjukkan perbedaan perintah RotateXDirection pada pintu dengan arah putar yang berlawanan
Setelah itu, anda tinggal men-save dan mengecek hasilnya dengan OpenBVE
Keadaan pintu sebelum kereta diberangkatkan
Keadaan pintu setelah kereta diberangkatkan











Selamat Mencoba!

Kamis, 01 November 2018

Mengatur Goncangan pada Rel di OpenBVE

Rute yang digunakan di openBVE seringkali melewati kondisi jalan rel yang berbeda-beda. Ada rel dengan kualitas bagus yang ketika dilewati dengan kecepatan tinggi pun tidak terlalu berguncang. Tetapi ada juga rel yang bahkan ketika dilewati dengan kecepatan yang tidak begitu tinggi saja sudah sangat terasa berguncang. Di openBVE, tingkat keguncangan kereta api saat melewati rel ini dapat diubah dengan mudah, yaitu dengan menggunakan perintah .Accuracy dengan nilai tertentu. Berikut ini penjelasannya:

Perintah .Accuracy adalah perintah yang mengatur tingkat kegoncangan kereta api. Penggunaan perintah ini adalah sebagai berikut:
.Accuracy [nilai] , misal .Accuracy 2

Nilai yang dimasukkan bernilai 0-4, dengan kriteria sebagai berikut:
0 ~ sama sekali tidak ada guncangan
1 ~ sedikit sekali goncangan (jalur KA super cepat)
2 ~ sedikit goncangan (jalur KA terbaik di Indonesia)
3 ~ goncangan sedang (umumnya jalur KA di Indonesia)
4 ~ goncangan banyak (jalur KA dengan rel tua di Indonesia)

Tingkat guncangan untuk nilai .Accuracy 1-4

Apabila nilai yang dimasukkan lebih kecil dari 0, maka perintah yang dibaca oleh sistem akan sama dengan perintah .Accuracy 0. Begitu pula apabila nilai yang dimasukkan lebih besar dari 4, maka sistem akan membaca perintah tersebut sebagai perintah .Accuracy 4.

Berikut contoh penggunaan perintah .Accuracy

Semisal anda ingin membuat KA yang melintas di rute Kediri-Madiun tidak begitu berguncang dari awal rute hingga lepas Kediri karena rel nya telah diganti dengan yang baru, tetapi kemudian KA tetap berguncang hingga sampai Kertosono, maka caranya adalah sebagai berikut:
  1. Buka file rute, misal KD-MN Krakatau.csv
  2. Di awal rute, tuliskan perintah yang diinginkan, misal .Accuracy 2
  3. Di lokasi yang ingin anda jadikan KA itu berguncang lagi, tulis perintah .Accuracy 4
  4. Jika perlu, ganti jenis rel yang digunakan di lokasi yang akan anda ubah tingkat goncangannya tersebut, karena pada rute ini ada jenis rel yang berbeda untuk tempat yang goncangannya rendah dengan yang goncangannya besar.
Berikut beberapa gambar sebagai penjelasan
Perintah .Accuracy 2 di awal rute agar kereta api tidak terlalu berguncang

Pemberian perintah .Accuracy 4 di lokasi yang diinginkan

Jenis rel dapat diganti, akan tetapi ini hanya perlu dilakukan pada rute tertentu
Selamat Mencoba!

Senin, 01 Oktober 2018

Cara Menambahkan Batas Kecepatan di Rute OpenBVE

Ada kalanya saat menggunakan openBVE kita merasa kurang cocok dengan batas kecepatan yang digunakan atau merasa ingin menambahkan batas kecepatan di lokasi tertentu dalam rute. Untuk menambahkan batas kecepatan dalam rute, caranya cukup mudah, ikuti saja langkah-langkah berikut ini.

Menuliskan Perintah di Awal dan Akhir Taspat
Saat akan menambahkan batas kecepatan, buka file rute dengan notepad dan object viewer. Setelah itu, tentukan dimana anda akan memulai taspat dan dimana akan mengakhirinya. Apabila sudah jelas lokasinya, masukkan perintah batas kecepatan seperti pada gambar berikut:
Masukkan perintah .Limit [batas];1 di lokasi yang anda inginkan
Perintah yang anda masukkan ialah .limit [batas];1. Dengan adanya angka 1 yang anda tulis, maka pada lokasi tersebut nantinya akan ada papan penunjuk batas kecepatan default dari openBVE, yaitu berupa papan putih dengan angka hitam
Setelah itu, anda bisa mengakhiri batas kecepatan dengan memasukkan perintah .limit 0;1. Akan tetapi, pada rute dengan batas kecepatan maksimal bukan tak hingga seperti misalnya 90 km/jam atau 100 km/jam, masukkan perintah .limit dengan batas kecepatan yang sesuai di rute
Di rute ini, untuk mengakhiri batas kecepatan, perintah yang dituliskan adalah .limit 90;1, karena batas kecepatan pada rute ini maksimal 90 km/jam
Melihat Hasilnya pada Route Viewer
Setelah memasukkan perintah tersebut, tekan F5 pada route viewer, maka hasilnya akan seperti berikut ini

Membuat Batas Kecepatan dengan Objek Buatan Sendiri
Misalkan anda ingin membuat batas kecepatan 20 km/jam tetapi ingin menggunakan semboyan 2B, maka anda harus menggunakan cara yang sedikit berbeda. Caranya, masukkan perintah .limit [batas];0, lalu masukkan perintah .freeobj 0;[no.objek];[x];[y] dengan no. objek yang dimasukkan adalah no. objek dari objek taspat yang ingin anda gunakan. Untuk lebih jelasnya, lihat gambar berikut
Pada gambar diatas, tertulis perintah .limit 20;0, lalu dibawahnya ada perintah .freeobj yang bertujuan untuk memasukkan objek batas kecepatan yang sudah tertulis diatas
Setelah memasukkan perintah tersebut, tekan F5 di route viewer, maka hasilnya akan seperti ini

Selamat Mencoba!

Sabtu, 01 September 2018

Membuat Objek Lokomotif Langsir Maju Mundur di OpenBVE

Ada kalanya objek lokomotif yang ada di stasiun bisa nampak lebih menarik apabila bergerak selayaknya lokomotif yang sedang langsir. Untuk membuat objek lokomotif yang langsir maju-mundur, caranya tidak begitu sulit, dan bisa dipelajari siapa saja. Oleh karena itu, kali ini saya akan membahas mengenai bagaimana cara membuat objek lokomotif yang bergerak maju mundur di OpenBVE. Berikut langkah-langkahnya:

Menyiapkan Objek .animated
Yang pertama, kita mesti membuat objek lokomotif dengan format .animated di folder rute yang diinginkan. Lihat contoh dalam gambar berikut ini.
Objek yang dibuat, dalam contoh ini bernama Langsir.animated. Untuk membuat objek semacam ini, anda bisa membuka notepad, lalu menyimpan file tersebut dengan nama file beserta formatnya.
Kemudian, buka file tersebut, lalu masukkan perintah seperti dalam gambar berikut ini.
Di samping perintah "States = ", masukkan alamat objek yang dimasukkan. Dalam hal ini, perintah "Position = " tak harus dituliskan, karena seluruh nilainya 0.
Setelah alamat dan posisi objek seluruhnya telah dimasukkan dengan benar, langkah selanjutnya adalah memberikan perintah untuk menggerakkan objek seperti pada gambar berikut.

Perintah "TranslateZDirection = 0,0,1" bertujuan untuk membuat arah gerak objek sejajar dengan sumbu z. Perintah "TranslateZFunction" dibawahnya berisi fungsi untuk pergerakan objek.
Fungsi yang dimasukkan kedalam perintah "TranslateZFunction" umumnya merupakan fungsi trigonometri cos dengan variabel berupa waktu, sehingga objek nantinya bergerak maju mundur dengan perpindahan seperti halnya grafik cosinus. Dalam contoh diatas, fungsi yang dimasukkan ialah cos[time/12]*60, yang artinya bahwa amplitudo dari perpindahan itu ialah sebesar 60 meter, dan periodenya adalah selama 12π detik. Sehingga nantinya lokomotif itu akan bergerak dari suatu ujung ke ujung lain yang jaraknya 120 meter, dengan lamanya waktu untuk kembali ke ujung sebelumnya selama 12π detik (sekitar 38 detik). Gerakan objek bisa diamati dengan membuka objek di Object Viewer.

Meletakkan Objek di Dalam Rute
Langkah selanjutnya, yaitu dengan memasukkan objek kedalam rute yang dikehendaki. Langkah pertama adalah menuliskan alamat objek kedalam file rute seperti pada gambar berikut ini.
Perintah yang dimasukkan yaitu : .FreeObj(no.objek) alamat
Selanjutnya, cari lokasi yang sesuai didalam rute untuk meletakkan objek lokomotif langsir tadi. Setelah anda menemukan lokasi yang sesuai, masukkan perintah seperti pada gambar berikut ini.
Perintah untuk memasukkan objek yaitu : .FreeObj [no.rel];[no.objek];[x];[y]
Setelah objek dimasukkan, anda bisa mengecek hasilnya di Route Viewer.
Selamat Mencoba!