- Buka file rute dengan notepad, misalnya Kahuripan.csv pada rute Jogja-Solo.
- Dibawah tulisan With options, terdapat script .FogBehavior, pastikan script tersebut tertulis .FogBehavior 1,.
- Tentukan posisi awal munculnya kabut, jika kabut ada sejak awal rute, maka carilah posisi 0.
- Pada posisi tersebut, tulis script dengan format .Fog 0;[jarak pandang];[R];[G];[B] misal : .Fog 0;200;150;150;180 R,G,dan B menentukan warna kabut. Semakin sedikit nilainya, kabut akan semakin gelap, sedangkan semakin besar nilainya, kabut akan semakin terang. Nilai R,G, dan B minimal 0 dan maksimal 255.
- Tentukan posisi akhir kabut, pada contoh ini misalnya 50000.
- Tulis script .Fog 0;0;0;0;0 pada lokasi akhir kabut.
- Silahkan dicoba dengan Route Viewer atau OpenBVE
Tempat ngobrol dan sharing masalah objek, rute, dan segala hal tentang OpenBVE Indonesia
Rabu, 01 Maret 2017
Cara Menambahkan Kabut Pada Rute OpenBVE
Rute OpenBVE dengan jadwal pagi hari mungkin akan bisa menjadi nampak lebih bagus dan alami apabila kita beri kabut. Mulai dari kabut tipis hingga tebal, peletakannya amatlah mudah pada rute, namun bisa menjadikan rute tersebut semakin bagus dan nampak alami. Berikut ini ialah cara meletakkan kabut pada rute OpenBVE.
Kamis, 02 Februari 2017
Cara Menambahkan Objek Kereta Api Bergerak dalam Rute
Kali ini, di bulan Februari 2017, saya akan memberikan tutorial untuk meletakkan objek kereta api yang bergerak dalam rute. Objek seperti ini banyak dibutuhkan di rute jalur ganda, namun saya belum mampu menerapkan objek kereta api yang bergerak ini untuk persilangan dan persusulan di stasiun.
Untuk membuat objek kereta api yang bergerak, bahan yang anda perlukan tidak begitu banyak. Anda hanya perlu menyiapkan sebuah folder berisi berbagai macam kereta dan lokomotif yang nantinya akan anda gunakan dalam menyusun rangkaian kereta api.
Berikut cara pembuatan dan peletakan objeknya.
Siapkan folder yang akan anda isi dengan objek anda. Sediakan objek lokomotif dan berbagai objek kereta atau gerbong yang akan anda gunakan. Masukkan dalam folder OpenBVE\Railway\Object\[folder rute], misal OpenBVE\Railway\Object\KAI SDA\KA
Buat file dengan format animated menggunakan notepad, isikan susunan rangkaian anda dalam file ini. Tuliskan script sebagai berikut.
[Object]
States= <alamat objek>
position = x,y,z
misal
[Object]
States=\cc206\cc 206.b3d
position = 0,0,2.2
Anda hanya perlu mengubah posisi z saja, karena dengan posisi x dan y 0, posisi kereta api pastilah tepat di atas rel. Z berfungsi untuk mengatur letak dan jarak antar lokomotif dan kereta-kereta dibelakangnya. Umumnya, jarak antara lokomotif dan kereta pertama ialah 22 meter, sedangkan jarak antar kereta biasanya 24.2 meter.
Untuk meyakinkan bahwa susunan rangkaian yang anda buat berhasil, cek dengan object viewer.
Langkah selanjutnya ialah memberikan script yang berfungsi untuk mengatur pergerakan objek. Karena saya belum cukup mahir dalam bidang ini, saya biasanya hanya men-copy paste rumus berikut.
TranslateXDirection = 0, 0, -1
TranslateXFunctionRPN = time 90 mod 0 - 20 *
Lalu, tuliskan alamat objek tersebut kedalam rute OpenBVE. Buka file rute, lalu temukan bagian yang diawali dengan perintah With Structure. Tulis alamat dan nomor objek dengan script sebagai berikut.
.FreeObj([nomor objek]) [alamat]
misal
.FreeObj(122) KAI SDA\KA\ranggajati.animated
Pastikan bahwa nomor objek yang anda gunakan tidak sama dengan nomor FreeObj yang lain yang ada di rute.
Letakkan objek tersebut pada lokasi yang anda inginkan dalam rute dengan script sebagai berikut
.FreeObj [nomor rel];[nomor objek]
misal
.FreeObj 2;122
Cek hasilnya pada OpenBVE ataupun Route Viewer
Selamat Mencoba!
Rabu, 11 Januari 2017
Sinyal Mekanik
Mohon maaf sebelumnya atas keterlambatan saya dalam menulis postingan di bulan Januari ini. Kali ini saya tidak membagikan tutorial seperti biasanya, karena saat ini sedang tak punya ide. Tetapi saya akan membagikan objek sinyal mekanik yang saya edit dari objek yang biasa saya temukan didalam rute. Saya mengedit sinyal yang ada menjadi seperti sinyal yang biasa saya temui di wilayah Resort 6.6 Brambanan, yaitu di Stasiun Maguwo, Brambanan, dan juga Srowot.
Sinyal yang saya buat ini biasa digunakan di jalur yang ramai, seperti musalnya Jogja-Solo, Solo-Madiun, dsb. Untuk menggunakan sinyal ini di rute, caranya cukup mudah, tinggal Anda download dan diextract di folder rute yang akan Anda ganti sinyalnya, misalnya OpenBVE/railway/object/KAI MN.
Kamis, 01 Desember 2016
Cara Menambahkan Tanjakan dan Mengatur Elevasi Rute OpenBVE
![]() |
| Tanjakan di rute Kalibaru-Jember |
Perbedaan ketinggian diantara stasiun-stasiun yang terdapat di suatu rute akan membuat jalur diantaranya mempunyai tanjakan maupun turunan yang akan menambah daya tarik rute tersebut. Berikut ini akan kami tunjukkan cara untuk membuat tanjakan maupun turunan serta mengatur ketinggian awal rute
A. Mengatur Ketinggian Awal Rute
Sebagai contoh, misalkan Anda akan menyesuaikan ketinggian awal suatu rute, misalnya rute Purwosari-Kedungbanteng, ketinggian stasiun pertama, yaitu Purwosari adalah 98 meter. Untuk menyesuaikannya, berikut langkah-langkahnya.
- Buka file rute dengan notepad
- Temukan script .Elevation
- Ubah angka yang tertera sesuai dengan ketinggian yang seharusnya
- Cek hasilnya di OpenBVE
![]() |
| Angka yang perlu disesuaikan |
Untuk menambahkan tanjakan atau turunan didalam suatu rute, berikut langkah-langkah yang mesti ditempuh
- Buka file rute dengan notepad
- Temukan lokasi yang ingin Anda beri tanjakan
- Tulis script dengan format .Pitch [gradien], dengan gradien bersatuan permil, misal .Pitch 6
- Untuk membuat turunan, masukkan nilai gradien negatif, misal .Pitch -4

Script yang ditambahkan - Untuk mengembalikan rel menjadi datar lagi, tuliskan script .Pitch 0
- Cek hasilnya di OpenBVE atau Route Viewer
Silahkan Mencoba!
Nantikan bahasan selanjutnya pada tanggal 1 setiap bulannya.
Selasa, 01 November 2016
Menambahkan Penanda (Mark) Pada Rute OpenBVE
![]() |
| Contoh penanda pada rute OpenBVE |
Seperti yang ada pada gambar diatas, "mark" adalah sebuah gambar yang ditampilkan pada layar ketika kereta api yang dijalankan pada rute melintasi lokasi tertentu pada rute. Penanda yang diberikan pada rute amat bermanfaat, terutama bagi mereka yang baru pertama kali memainkan rute tersebut dan belum hafal keadaan lintas yang dilewati.
Kali ini, kita akan membahas tentang bagaimana cara menambahkan penanda pada rute OpenBVE .
Berikut tahap-tahap pembikinannya
- Siapkan file gambar yang akan diletakkan. Pastikan ukurannya tidak terlalu besar sehingga nantinya ketika digunakan pada rute tidak menutupi layar.
- Letakkan file didalam folder OpenBVE\Railway\Object\...
- Buka file rute yang akan Anda beri mark dengan notepad dan route viewer
- Jalankan route viewer, lalu tentukan lokasi dimana Anda akan meletakkan mark tersebut
- Tulis script di posisi yang Anda inginkan dengan format sebagai berikut .marker [alamat file];[jarak antara lokasi dimana gambar mulai terlihat dengan lokasi tersebut] | misal : .marker KAI MN\mark\S35.bmp;200
- Silahkan dicoba dengan Route Viewer.
![]() |
| Contoh Posisi yang akan diberi mark |
![]() |
| Contoh script mark |
Silahkan Mencoba!
Nantikan bahasan selanjutnya pada tanggal 1 setiap bulannya.
Selasa, 04 Oktober 2016
Cara Mengubah Panjang Rangkaian di OpenBVE
Pernahkah kita mencoba membuat rangkaian dengan panjang lebih dari
biasanya, seperti misalnya Babaranjang. Atau mungkin kita pernah mencoba
membuat KLB pupuk yang hanya membawa 1 gerbong tertutup. Nah, bagi yang
ingin tahu cara mengubah jumlah gerbong atau kereta per rangkaian,
berikut akan kami jelaskan caranya.
- Buka folder rangkaian kereta yang ingin Anda ubah jumlah rangkaianya, misal OpenBVE\Train\CC 201 31\Tanker
- Buka file bernama Train.dat dengan notepad
- Cari script #CAR di file tersebut
- Nah, dibawah tulisan #CAR tersebut, ada beberapa angka. Jumlah gerbong yang dibawa ada pada baris keempat, sedangkan jumlah lokomotif ada di baris kedua
- Untuk mengubah jumlah gerbong yang dibawa, angka yang terletak pada baris keempat dibawah #CAR tersebut tinggal diubah sesuai keinginan.
- Setelah selesai mengedit file Train.dat, maka selanjutnya buka file berjudul extensions.cfg dengan notepad
- Sesuaikan jumlah gerbong yang terdapat di file extensions.cfg dengan yang Anda tulis di file Train.dat tadi. misalnya, jika Anda mengubah jumlah gerbong dari 18 menjadi 22, maka copy script yang tertulis disitu, lalu ubah angkanya, urut hingga [car22]. Tetapi, jika Anda memangkas rangkaian hinggal 12 gerbong misalnya, maka script yang bernomor [car13] hingga [car18] tinggal Anda hapus.
- Silahkan dicoba hasilnya di OpenBVE
![]() |
| Jumlah gerbong dan lokomotif |
![]() |
| Script yang ditambahkan pada file extensions.cfg |
Silahkan Mencoba!
Nantikan bahasan selanjutnya pada tanggal 1 setiap bulannya.
Kamis, 01 September 2016
Cara menambahkan suara pada rute OpenBVE
Mungkin beberapa dari kita pernah mempunyai keinginan untuk menambahkan suara pada rute OpenBVE favorit kita. Misalnya kita ingin di warung soto yang terdapat di pinggir rel ada "radio" yang memutar lagu kesenangan kita. Atau kita mungkin ingin suara kedatangan dan keberangkatan di stasiun menggunakan pengumuman versi kita sendiri. Atau bahkan mungkin kita ingin agar ketika kereta api kita akan berhenti di sebuah stasiun, ada suara pengumuman yang memberitahukan bahwa kereta api akan berhenti di stasiun tersebut. Maka, oleh karena itu, kali ini saya akan mencoba membahas tentang bagaimana meletakkan suara-suara tersebut di rute.
Pertama, siapkan file suara yang akan Anda gunakan didalam rute. File suara yang digunakan harus memiliki format .wav. Biasanya file suara diletakkan di folder OpenBVE\railway\sound\[nama folder]\[nama file], misalnya OpenBVE\railway\sound\KAI JR\pjl.wav.
Kedua, tentukan jenis script suara yang akan kita gunakan. Umumnya, jenis script yang biasa digunakan adalah suara stasiun, doppler, dan announcement. Masing-masing dari script tersebut berbeda penggunaanya. Seperti namanya, suara stasiun digunakan sebagai pengumuman kedatangan dan keberangkatan KA dari stasiun. Sedangkan, doppler adalah suara yang akan terus diulang-ulang dari pertama kali rute itu dimainkan hingga rute itu selesai dimainkan, biasanya digunakan sebagai suara PJL. Lalu, yang disebut announcement adalah suara yang asalnya dari DriverCar (lokomotif/kereta yang ditempati masinis), yang berbunyi sekali ketika DriverCar melewati posisi dimana script tersebut diletakkan, dan biasanya digunakan sebagai pengumuman sebelum berhenti di sebuah stasiun
Langkah selanjutnya yaitu menulis script tersebut di rute dengan cara sebagai berikut
![]() |
| Contoh alamat objek yang digunakan |
Cara memberi suara stasiun
1. Buka file rute yang akan diedit
2. Temukan script .Sta [nama stasiun];... di rute
3. Edit script tersebut dengan format sebagai berikut
.Sta [nama stasiun];[jadwal datang];[jadwal berangkat];0;[letak peron];1;0; ; ; ;[file suara keberangkatan];[file suara kedatangan]
misal : .Sta Solo Kota ;06.2300;06.2500; 0; B; 1; 0; ; ; ; KAI WNG\STA.wav;KAI JR\example.wav
4. Cek hasilnya di OpenBVE
Cara memberi pengumuman di lintas
1. Buka file rute yang akan diedit
2. Tentukan lokasi yang akan diberi pengumuman, misal 12500
3. Tulis script dengan format .Announce [file suara pengumuman]
misal : .Announce KAI JR\example.wav
4. Cek hasilnya di OpenBVE
Cara memberi suara "doppler"
1. Buka file rute yang akan diedit
2. Tentukan letak asal suara yang digunakan, lihat contoh pada gambar
![]() |
| Asal suara dari pojok ruangan (contoh) |
3. Tulis script dengan format .Doppler [nama file suara];x;y;
misal : Doppler KAI JR\example.wav;-13.43;2.43
4. Cek hasilnya dengan Route Wiewer atau OpenBVE
Selamat Mencoba!
Nantikan bahasan selanjutnya pada tanggal 1 setiap bulannya!
Langganan:
Postingan (Atom)




















