Senin, 01 Oktober 2018

Cara Menambahkan Batas Kecepatan di Rute OpenBVE

Ada kalanya saat menggunakan openBVE kita merasa kurang cocok dengan batas kecepatan yang digunakan atau merasa ingin menambahkan batas kecepatan di lokasi tertentu dalam rute. Untuk menambahkan batas kecepatan dalam rute, caranya cukup mudah, ikuti saja langkah-langkah berikut ini.

Menuliskan Perintah di Awal dan Akhir Taspat
Saat akan menambahkan batas kecepatan, buka file rute dengan notepad dan object viewer. Setelah itu, tentukan dimana anda akan memulai taspat dan dimana akan mengakhirinya. Apabila sudah jelas lokasinya, masukkan perintah batas kecepatan seperti pada gambar berikut:
Masukkan perintah .Limit [batas];1 di lokasi yang anda inginkan
Perintah yang anda masukkan ialah .limit [batas];1. Dengan adanya angka 1 yang anda tulis, maka pada lokasi tersebut nantinya akan ada papan penunjuk batas kecepatan default dari openBVE, yaitu berupa papan putih dengan angka hitam
Setelah itu, anda bisa mengakhiri batas kecepatan dengan memasukkan perintah .limit 0;1. Akan tetapi, pada rute dengan batas kecepatan maksimal bukan tak hingga seperti misalnya 90 km/jam atau 100 km/jam, masukkan perintah .limit dengan batas kecepatan yang sesuai di rute
Di rute ini, untuk mengakhiri batas kecepatan, perintah yang dituliskan adalah .limit 90;1, karena batas kecepatan pada rute ini maksimal 90 km/jam
Melihat Hasilnya pada Route Viewer
Setelah memasukkan perintah tersebut, tekan F5 pada route viewer, maka hasilnya akan seperti berikut ini

Membuat Batas Kecepatan dengan Objek Buatan Sendiri
Misalkan anda ingin membuat batas kecepatan 20 km/jam tetapi ingin menggunakan semboyan 2B, maka anda harus menggunakan cara yang sedikit berbeda. Caranya, masukkan perintah .limit [batas];0, lalu masukkan perintah .freeobj 0;[no.objek];[x];[y] dengan no. objek yang dimasukkan adalah no. objek dari objek taspat yang ingin anda gunakan. Untuk lebih jelasnya, lihat gambar berikut
Pada gambar diatas, tertulis perintah .limit 20;0, lalu dibawahnya ada perintah .freeobj yang bertujuan untuk memasukkan objek batas kecepatan yang sudah tertulis diatas
Setelah memasukkan perintah tersebut, tekan F5 di route viewer, maka hasilnya akan seperti ini

Selamat Mencoba!

Sabtu, 01 September 2018

Membuat Objek Lokomotif Langsir Maju Mundur di OpenBVE

Ada kalanya objek lokomotif yang ada di stasiun bisa nampak lebih menarik apabila bergerak selayaknya lokomotif yang sedang langsir. Untuk membuat objek lokomotif yang langsir maju-mundur, caranya tidak begitu sulit, dan bisa dipelajari siapa saja. Oleh karena itu, kali ini saya akan membahas mengenai bagaimana cara membuat objek lokomotif yang bergerak maju mundur di OpenBVE. Berikut langkah-langkahnya:

Menyiapkan Objek .animated
Yang pertama, kita mesti membuat objek lokomotif dengan format .animated di folder rute yang diinginkan. Lihat contoh dalam gambar berikut ini.
Objek yang dibuat, dalam contoh ini bernama Langsir.animated. Untuk membuat objek semacam ini, anda bisa membuka notepad, lalu menyimpan file tersebut dengan nama file beserta formatnya.
Kemudian, buka file tersebut, lalu masukkan perintah seperti dalam gambar berikut ini.
Di samping perintah "States = ", masukkan alamat objek yang dimasukkan. Dalam hal ini, perintah "Position = " tak harus dituliskan, karena seluruh nilainya 0.
Setelah alamat dan posisi objek seluruhnya telah dimasukkan dengan benar, langkah selanjutnya adalah memberikan perintah untuk menggerakkan objek seperti pada gambar berikut.

Perintah "TranslateZDirection = 0,0,1" bertujuan untuk membuat arah gerak objek sejajar dengan sumbu z. Perintah "TranslateZFunction" dibawahnya berisi fungsi untuk pergerakan objek.
Fungsi yang dimasukkan kedalam perintah "TranslateZFunction" umumnya merupakan fungsi trigonometri cos dengan variabel berupa waktu, sehingga objek nantinya bergerak maju mundur dengan perpindahan seperti halnya grafik cosinus. Dalam contoh diatas, fungsi yang dimasukkan ialah cos[time/12]*60, yang artinya bahwa amplitudo dari perpindahan itu ialah sebesar 60 meter, dan periodenya adalah selama 12π detik. Sehingga nantinya lokomotif itu akan bergerak dari suatu ujung ke ujung lain yang jaraknya 120 meter, dengan lamanya waktu untuk kembali ke ujung sebelumnya selama 12π detik (sekitar 38 detik). Gerakan objek bisa diamati dengan membuka objek di Object Viewer.

Meletakkan Objek di Dalam Rute
Langkah selanjutnya, yaitu dengan memasukkan objek kedalam rute yang dikehendaki. Langkah pertama adalah menuliskan alamat objek kedalam file rute seperti pada gambar berikut ini.
Perintah yang dimasukkan yaitu : .FreeObj(no.objek) alamat
Selanjutnya, cari lokasi yang sesuai didalam rute untuk meletakkan objek lokomotif langsir tadi. Setelah anda menemukan lokasi yang sesuai, masukkan perintah seperti pada gambar berikut ini.
Perintah untuk memasukkan objek yaitu : .FreeObj [no.rel];[no.objek];[x];[y]
Setelah objek dimasukkan, anda bisa mengecek hasilnya di Route Viewer.
Selamat Mencoba!

Jumat, 31 Agustus 2018

Resensi Buku Ilmiah

Judul Buku : Pengantar Anatomi Tumbuh-Tumbuhan : Tentang Sel & Jaringan
Pengarang : Drs. Yayan Sutrian
Penerbit : Rineka Cipta
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2011
Jumlah Halaman : xiv+234 halaman

Pengetahuan mengenai anatomi tumbuhan, termasuk diantaranya mengenai sel dan jaringan tumbuhan, belum banyak dimiliki oleh masyarakat. Boleh jadi hanya kalangan akademisi dalam bidang biologi saja yang betul-betul paham mengenai ilmu satu ini. Oleh karena itu, buku hasil karya dari Drs. Yayan Sutrian ini diharapkan bisa menjadi jawaban atas masalah minimnya pengetahuan masyarakat dalam hal anatomi tumbuh-tumbuhan.
Buku ini diperuntukkan secara khusus bagi mahasiswa yang mengambil mata kuliah anatomi tumbuh-tumbuhan, akan tetapi bisa juga dipelajari oleh semua kalangan yang merasa membutuhkan, mulai dari kalangan petani, siswa sekolah, dan semua orang yang ingin mengetahui dasar-dasar anatomi tumbuhan, khususnya dalam lingkup sel dan jaringan.
Dalam buku ini dijabarkan secara rinci mulai dari bagian-bagian dalam sel, struktur sel tumbuhan, lalu meluas hingga ke jaringan-jaringan yang ada didalam tumbuhan. Di awal buku pun sudah diberi paparan mendasar mengenai anatomi tumbuhan, sehingga pembaca yang betul-betul awam pun bisa juga memahami isi dari buku ini.
Kelebihan dari buku ini yaitu bahasannya yang amat terperinci, sehingga betul-betul membuat pembaca memahami anatomi tumbuh-tumbuhan dari nol. Pembaca yang ingin memperdalam lagi pengetahuannya di bidang anatomi tumbuhan pun akan dengan mudah memahami isi dari buku yang lebih lanjut lagi bila sudah membaca buku ini.
Akan tetapi, buku juga karya manusia yang tak luput akan kekurangan. Salah satu kekurangan dalam buku ini adalah seluruh gambar ilustrasinya hanya berupa sketsa hitam putih saja. Juga terdapat banyak istilah asing yang kurang dimengerti masyarakat awam. Namun, diluar itu, buku ini tetap saja bermanfaat dan bisa digunakan semua orang.

Laman resmi Perpustakaan UNY http://library.uny.ac.id

Rabu, 01 Agustus 2018

Menambahkan KA Lain di Dalam Rute OpenBVE

Pernahkah anda menggunakan rute openBVE yang bernama "Jakarta Metro". Kalau pernah, mungkin anda sudah tahu bahwa didalam rute tersebut ada kereta api lain yang berjalan didepan kereta api kita, dengan rangkaian yang sama persis. Kereta api tersebut berjalan searah dengan kita, dan juga mengeluarkan suara mesin dan suara roda ketika berjalan, dan dikendalikan oleh masinis otomatis. Kereta itupun juga bisa ditabrak oleh kereta api kita apabila kita melanggar sinyal.
Oleh karena itu, maka bulan Agustus ini saya akan membahas mengenai cara menambahkan kereta api semacam itu kedalam rute. Caranya mudah sekali, akan tetapi untuk menambahkan kereta api lain didalam rute, paling cocok hanyalah di rute dengan persinyalan elektrik, karena persinyalan tersebut akan bekerja secara maksimal. Berikut ini langkah-langkahnya...

Buka file rute dengan notepad
Dalam gambar ini, yang dibuka ialah rute Babat-Surabaya Pasarturi untuk KA KRD Bojonegoro
Bukalah file rute yang ingin anda edit dengan notepad. File yang dibuka adalah file dengan format .csv.

Tambahkan perintah .RunInterval
Perintah yang ditambahkan diblok warna biru. Bagian yang dikotaki warna merah tak boleh kosong
Langkah selanjutnya yaitu menambahkan perintah .RunInterval. Setelah anda buka file rute tersebut, anda scroll kebawah hingga bertemu dengan perintah WithRoute. Dibawah perintah tersebut ada sederet perintah .Signal. Pastikan bahwa perintah tersebut lengkap, karena bila tidak lengkap, hal tersebut bisa mengakibatkan AI tak mendeteksi adanya aspek merah. Dibawah perintah .Signal tersebut, tambahkan perintah .Runinterval [waktu]. Waktu yang dimasukkan adalah jarak antara kedua KA dalam satuan detik. Oleh karena itu, bila kita ingin jarak antara dua KA sejauh 5 menit misalnya, maka kita tuliskan perintah .RunInterval 300 (karena 5 menit = 300 detik)

Setelah itu, silahkan anda cek di openBVE.
Selamat Mencoba!

Minggu, 01 Juli 2018

Memberi Batas Waktu Berhenti Minimal di Stasiun

Terkadang apabila kita terlambat ketika berdinas di openBVE, kita hanya diberi waktu 15 detik saja apabila kedatangan kita melebihi jadwal keberangkatan di stasiun tersebut. Tentu saja beberapa orang merasa terganggu akan hal itu, apalagi di Indonesia, turun naik penumpang serta pengumuman kedatangan dan keberangkatan kereta serta pemberian semboyan untuk keberangkatan tentu saja butuh waktu lebih dari 15 detik. Oleh karena itu, disini akan dijelaskan bagaimana memberi batas waktu minimal berhenti di stasiun.
Langkah pertama ialah membuka file rute, kemudian menemukan stasiun yang akan anda tambahi waktu berhenti minimal di stasiun tersebut. Sebagai contoh, misalkan anda ingin mengedit Stasiun Kertosono di rute Jombang-Madiun untuk KA Sritanjung, maka buka file JG-MN Sritanjung di folder rute Kediri-Madiun, lalu dengan fasilitas search, temukan ".Sta Kertosono".
Dalam gambar ini, waktu berhenti minimal adalah 60 detik atau satu menit
Setelah anda menemukan perintah seperti diatas itu, tambahkan waktu berhenti dalam satuan detik di kolom kedelapan setelah nama stasiun, seperti dalam gambar diatas. Anda dapat memasukkan lama waktu berhenti minimal sesuai keinginan anda.
Kemudian, anda dapat mencobanya di openBVE
Dalam gambar ini nampak bahwa kereta api yang dijalankan terlambat 18 menit, dan masih harus berhenti selama 1 menit
Selamat Mencoba!

Jumat, 01 Juni 2018

Membuat Lampu yang Bisa Dinyalakan dan Dimatikan

Beberapa add on rangkaian kereta api yang tersedia untuk openBVE memiliki lampu yang bisa dinyalakan dan dimatikan dengan mengubah arah reverser. Untuk membuat add on semacam itu tidak begitu sulit, berikut ini langkah-langkahnya.

Membuat Objek Sinar Lampu
Langkah pertama ialah membuat objek lampu. Dalam artikel berikut ini, saya tidak akan membahas secara rinci tentang cara membuat objeknya, namun lebih fokus kepada perintah BlendMode yang sering digunakan untuk membuat objek lampu. Bagi anda yang belum tahu dasar-dasar pembuatan objek, anda dapat membuka artikel berikut ini.
Apa itu perintah BlendMode? Perintah ini adalah perintah yang digunakan untuk membuat transparasi suatu objek bisa bergradasi, dan juga bisa digunakan untuk membuat objek menjadi hilang ketika dilihat dari jarak dekat. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut.
Perbedaan dari perintah BlendMode (kotak merah) yang diatas dan yang dibawah ialah adanya jarak pandang minimal pada perintah yang ada dibawah. Berikut penjelasannya:
  • Pada perintah BlendMode yang diatas, hanya tertulis "BlendMode Additive". Dengan perintah ini, maka transparasi tekstur yang digunakan akan bergradasi, dengan bagian yang transparan adalah bagian yang berwarna hitam, dan bagian yang lebih terang akan lebih tidak transparan. Sebagai gambaran, pada perintah BlendMode yang diatas, file tekstur yang digunakan ialah glow1.png. Karena gambar pada file itu berbentuk lingkaran berwarna putih dengan tepian yang bergradasi menuju hitam dan bagian luarnya hitam, maka nantinya objek yang tampak akan berbentuk lingkaran yang bagian luarnya semakin transparan hingga hilang.
  • Pada perintah BlendMode yang dibawah, efek utamanya sama dengan yang diatas, namun pada perintah tersebut ada jarak pandang minimal. Perintah tersebut tertulis "BlendMode Additive,60,DivideExponent2,". Angka 60 itu adalah jarak pandang minimal supaya objek tersebut menghilang. Apabila objek tersebut dilihat dari dekat, maka objek tersebut akan mengabur hingga akhirnya hilang. Perintah ini cocok digunakan untuk objek sinar lampu yang sangat besar, sehingga ketika kereta api dilihat dari jauh akan nampak jelas lampunya, namun ketika semakin mendekat akan hilang dan hanya nampak sinar di bagian yang masih dekat dengan lampu saja.
Umumnya, objek lampu ini dibuat untuk satu lampu saja, tetapi bisa saja anda buat langsung untuk semua lampu lokomotif supaya nanti lebih mudah ketika membuat objek animated-nya.

Membuat Objek .animated Untuk Menggabungkan Objek Lampu dan Lokomotif
Langkah selanjutnya ialah menggabungkan objek lokomotif dan objek lampu untuk kemudian diberi perintah untuk menyalakan dan mematikan lampu. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut.
Perintah dasar untuk objek .animated ialah sebagai berikut:

[Object]
States = [nama file]
Position = [x],[y],[z] (opsional)

Setelah anda masukkan semua objek yang dibutuhkan, dibawah perintah untuk memasukkan objek lampu, anda dapat memasukkan perintah berikut ini

StateFunction=If[Cars<1|ReverserNotch>0,0,1]

Dengan menambahkan perintah itu, maka lampu yang anda pasang akan menyala jika reverser diarahkan ke 'Forward' atau maju (F), dan akan mati jika reverser diarahkan ke 'Netral' maupun 'Reverse'. Setelah itu, anda dapat mencobanya di openBVE.

Objek lampu yang telah terpasang. Gambar atas ialah lighting siang, sedangkan yang dibawah adalah lighting malam. Gambar kecil di pojok ialah kenampakan objek jika dilihat dari jauh.

Selasa, 01 Mei 2018

Membuat Rangkaian Double Traksi di OpenBVE

Ada kalanya kita ingin melihat rangkaian yang istimewa dari kereta api yang kita gunakan, salah satunya yaitu rangkaian yang ditarik lokomotif double traksi. Untuk membuat rangkaian double traksi di openBVE, caranya tidak begitu sulit, cukup ikuti langkah-langkah berikut ini.

Buka Folder Rangkaian, Edit File Train.dat dan Extension.cfg
Langkah pertama yang perlu dilakukan yaitu dengan membuka folder rangkaian, lalu edit dua file tersebut. Folder yang dibuka bisa saja folder dari rangkaian yang sudah ada ataupun bisa juga membuat folder baru. Apabila mengedit dari rangkaian yang sudah ada, maka editlah rangkaian yang nantinya lokomotifnya akan menjadi lokomotif bagian depan. Misalnya anda ingin membuat rangkaian DT dengan CC 203 didepan dan CC 201 dibelakang, maka yang anda edit sebaiknya adalah rangkaian yang menggunakan CC 203, bukan CC 201.
Buka file train.dat pada folder rangkaian untuk mengubah jumlah rangkaian
Setelah membuka file train.dat, di bagian bawah perintah #CAR, di baris keempat, tambahkan satu angka supaya jumlah total rangkaian bertambah satu. Misalnya awalnya tertulis 8, maka ubahlah menjadi 9 supaya nantinya ada tempat untuk menambahkan lokomotif kedua.
Dalam mengedit file extension.cfg, objek untuk lokomotif pertama (car0) sebaiknya tetap. Sedangkan untuk lokomotif kedua dimasukkan sebagai car1. Kemudian, kereta yang ditarik, yang sebelumnya nomornya urut dari car1, car2, car3, dst. dinaikkan menjadi car2, car3, car4, dst.
Setelah mengedit file train.dat, langkah selanjutnya ialah mengedit file extension.cfg. Disini, anda bisa memasukkan alamat objek lokomotif kedua sebagai car1 seperti gambar diatas, sedangkan lokomotif pertama tetap. Setelah itu, naikkan nomor urut objek kereta yang ditarik, dari sebelumnya car1, car2, car3, dst. menjadi car2, car3, car4, dst.

Sesuaikan Posisi Lokomotif
Posisi lokomotif yang kurang pas, yaitu terlalu maju (atas) dan terlalu dekat (bawah)
Setelah selesai mengedit train.dat dan extension.cfg, langkah selanjutnya ialah menyesuaikan posisi lokomotif, karena biasanya posisi lokomotif akan menjadi kurang pas seperti gambar diatas ketika dibuka dengan openBVE. Untuk menyesuaikan posisi lokomotif, caranya ialah dengan mengubah nilai Length pada car0 di file extension.cfg. Apabila jarak kedua lokomotif terlalu jauh, maka kurangilah angka tersebut, tetapi bila terlalu dekat, maka tambahlah angka tersebut. Biasanya, anda harus mencoba berulang kali dengan angka yang berbeda pada proses ini hingga akhirnya mendapat panjang yang pas.
Angka yang perlu diubah untuk menyesuaikan jarak

Jika jarak antara kedua lokomotif telah sesuai dengan harapan, maka rangkaian DT kesayangan anda pun bisa anda gunakan dalam openBVE.
Rangkaian KA Pasundan DT yang telah jadi di Jembatan Ciherang
Selamat Mencoba!